Kamis, 15 Desember 2011

Info dan Pendaftaran Umroh Haji di Bogor di Serang di Depok | Tatacara Haji


Berikut tata cara pelaksanaan Ibadah Haji, semoga bisa memberikan pengarahan, namun yang terbaik adalah bertanya dan praktek langsung dengan ahlinya

1. Melakukan ihram dari mîqât yang telah ditentukan

Ihram dapat dimulai sejak awal bulan Syawal dengan melakukan mandi sunah, berwudhu, memakai pakaian ihram, dan berniat haji dengan mengucapkan Labbaik Allâhumma hajjan, yang artinya “aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah, untuk berhaji”.
Kemudian berangkat menuju arafah dengan membaca talbiah untuk menyatakan niat:
Labbaik Allâhumma labbaik, labbaik lâ syarîka laka labbaik, inna al-hamda, wa ni’mata laka wa al-mulk, lâ syarîka laka

Artinya:
Aku datang ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu; Aku datang, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang; Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, dan seluruh kerajaan, adalah milik Engkau; tiada sekutu bagi-Mu.

 

2. Wukuf di Arafah

Dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, waktunya dimulai setelah matahari tergelincir sampai terbit fajar pada hari nahar (hari menyembelih kurban) tanggal 10 Zulhijah.
Saat wukuf, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu: shalat jamak taqdim dan qashar zuhur-ashar, berdoa, berzikir bersama, membaca Al-Qur’an, shalat jamak taqdim dan qashar maghrib-isya.

 

3. Mabît di Muzdalifah, Mekah

Waktunya sesaat setelah tengah malam sampai sebelum terbit fajar. Disini mengambil batu kerikil sejumlah 49 butir atau 70 butir untuk melempar jumrah di Mina, dan melakukan shalat subuh di awal waktu, dilanjutkan dengan berangkat menuju Mina. Kemudian berhenti sebentar di masy’ar al-harâm (monumen suci) atau Muzdalifah untuk berzikir kepada Allah SWT (QS 2: 198), dan mengerjakan shalat subuh ketika fajar telah menyingsing.

 

4. Melontar jumrah ‘aqabah

Dilakukan di bukit ‘Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah, dengan 7 butir kerikil, kemudian menyembelih hewan kurban.

 

5. Tahalul

Tahalul adalah berlepas diri dari ihram haji setelah selesai mengerjakan amalan-amalan haji.
Tahalul awal, dilaksanakan setelah selesai melontar jumrah ‘aqobah, dengan cara mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.
Setelah tahalul, boleh memakai pakaian biasa dan melakukan semua perbuatan yang dilarang selama ihram, kecuali berhubungan seks.

Bagi yang ingin melaksanakan tawaf ifâdah pada hari itu dapat langsung pergi ke Mekah untuk tawaf. Dengan membaca talbiah masuk ke Masjidil Haram melalui Bâbussalâm (pintu salam) dan melakukan tawaf. Selesai tawaf disunahkan mencium Hajar Aswad (batu hitam), lalu shalat sunah 2 rakaat di dekat makam Ibrahim, berdoa di Multazam, dan shalat sunah 2 rakaat di Hijr Ismail (semuanya ada di kompleks Masjidil Haram).
Kemudian melakukan sa’i antara bukit Shafa dan Marwa, dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwa. Lalu dilanjutkan dengan tahalul kedua, yaitu mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.

Dengan demikian, seluruh perbuatan yang dilarang selama ihram telah dihapuskan, sehingga semuanya kembali halal untuk dilakukan.
Selanjutnya kembali ke Mina sebelum matahari terbenam untuk mabît di sana.

 

6. Mabît di Mina

Dilaksanakan pada hari tasyrik (hari yang diharamkan untuk berpuasa), yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Setiap siang pada hari-hari tasyrik itu melontar jumrah ûlâ, wustâ, dan ‘aqabah, masing-masing 7 kali.

Bagi yang menghendaki nafar awwal (meninggalkan Mina tanggal 12 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah saja. Tetapi bagi yang menghendaki nafar sânî atau nafar akhir (meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan selama tiga hari (11, 12, dan 13 Zulhijah).

Dengan selesainya melontar jumrah maka selesailah seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji dan kembali ke Mekah.

7. Tawaf ifâdah

Bagi yang belum melaksanakan tawaf ifâdah ketika berada di Mekah, maka harus melakukan tawaf ifâdah dan sa’i. Lalu melakukan tawaf wada’ sebelum meninggalkan Mekah untuk kembali pulang ke daerah asal.

Wallahu 'alam 
Sumber: arminagroup

Selasa, 13 Desember 2011

Renungan Islam | Kisah Penjual Gorengan Naik haji

Kisah Penjual Gorengan Naik haji

Ini kisah seorang penjual gorengan. Di daerah Cipete Jakarta Selatan, di sebuah sekolah dasar disana, seorang pria penjual gorengan bernama Udin (bukan nama asli) berjualan. Lnceng turun main, kira-kira akan berbunyi sepuluh menit lagi. Ia tengah memotong beberapa singkong untuk digoreng. Singkong seperti kita tahu, berbentuk tabung dan berkerucut pada ujungnya. Biasanya sebuah singkong akan dipotong lima bagian. Empat bagian digoreng untuk dijual, sementara bagian ujung atau pentilnya disisihkan untuk dibuang. Hari itu, Udin menggoreng kira-kira lima buah singkong, dan pentil singkong yang tersisa pun berjumlah lima.

Lonceng istirahat berbunyi,para siswa pun berhamburan ke luar kelas untuk jajan dan istirahat. Seorang anak kurus sambil mengigit jari berdiri di ujung gerobak Udin. Anakini tidak mmbeli gorengan seperti siswa lainnya, juga tidak berbicara sepatahpun. Naluri Udin berkata bahwa anak ini tidak punya uang untuk jajan. Hati kecil menyuruhnya agar lima pentil singkong yang ada diberikan saja kepada anak itu. Maka diambillah beberapa pentil itu. Ia masukkan ke dalam adonan tepung, kemudian digorenglah. Setelah matang, Udin menaruhnya di atas kertas lalu disodorkannya kepada anak itu. Si anak senang bukan main. Senyumnya mengembang. Udin turut bahagia melihatnya.Belakangan, Udin tahu bahwa anak tersebut adalah seorang yatim yang baru saja kehilangan Bapak.

Kejadian pagi itu terus berulang. Udin memberikan beberapa pentil singkongnya kepada anak yatim itu. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun hingga anakitu lulus dari Sekolah Dasar. Udin tidak merasa berat, sebab apa yang ia berikan kepada anak yatim itu tiada lain adalah barang yang tiada berharga bagi siapapun. Dalam pengalamannya berjualan, tidak ada seorang pun yang mencari pentil singkong untuk dibeli. Bahkan bila dijual sekalipun dalam jumlah banyak, pastilah tidak akan laku. Udin tidak keberatan memberikan pentil singkongnya kepada anak itu.Bahkan untuk setiap hari.

Lebih dari 30 tahun berselang setelah anak yatim itu lulus. Saat itu, Udin masih mengerjakan rutinitasnya setiap hari yaitu berjualan gorengan di sekolah dasar yang sama. Maka berhentilah sebuah mobil mewah nan mengkilap tepat di depan gerobak Udin. Seorang pemuda tampan turun darimobil.Ia mengenakan setelan dan dasi yang bermerk. Rambutnya di sisir rapi dan mengkilat ditimpa sinar matahari.

Melihat calon pembeli denga mobil bagus, Udin sigap membuka pembicaraan, “Mau beli gorengan Den?!” Pemuda itu tersenyum dan berkata, “Masa Bapak lupa sama saya?” Pertanyaan itu membuat Udin berpikir singkat, namun ia tidak menemukan jawabannya. Udin lalu bertanya polos, “Memangnya Aden ini siapa ya?” Masih tersenyum, pemuda itu mengatakan, “Saya ini adalah anak pentil singkong, Kang!” Mendengar itu, Udin berucaptasbih. Rasa gembira terbit dihatinya melihat kesuksesan anak ini. Anak pentil singkong yang dulu kerap berdiri di pinggir gerobaknya. “Masya Allah…. sudah sukses sekarang ya Den?” Udin bertanya sekali lagi. “Alhamdulillah Pak!” jawab si pemuda itu.

Udin lalu menggamit lengan si pemuda, diajaknya masuk ke balik gerobaknya. Udin menyorongkan sebuah kursi kecil untuk duduk. Maka duduklah pemuda itu, sementara Udin meneruskan pekerjaannya menggoreng singkong, tempe dan lain-lain. Sambil Udin bekerja, pembicaraan mengenai kenangan lama terulang kembali. Keduanya merajut rasa syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan anugerah tiada terkira. Pembicaraan tersebut terus berlanjut hingga berujung pada sebuah kalimat yang diucapkan sang pemuda.

“Bapak… saya ke sini mau berterimah kasih!” kata si pemuda. “Atas apa, Den?!” jawab Udin. “Berterima kasih atas kebaikan Bapak kepada saya. Dulu kalau tidak dikasih pentil singkong sama Bapak, saya gak bakal bisa belajar dengan tenang. Kalau belajar gak tenang, saya gak bakal pintar. Kalau gak pintar, saya gak bakal bisa lulus sekolah dan sukses seperti sekarang… saya ke sini mau berterima kasih ke Bapak!” kalimat yang baru diucapkan oleh pemuda itu begitu tersusun dan membanggakan hati Udin. Namun Udin masih berkelit sambil berujar, “Den…sudah gak usah dipikirkan. Apa yang saya kasih ke Aden berupa pentil singkong itu kan gak berharga! Ngapain pakai terima kasih segala. Lagian, kalo saya jual gak bakal ada yang mau…!” Udin mencoba merendah dan menolak pamrih.

Pemuda masih mengejar dengan satu pertanyaan lagi, dan ini membuat Udin menjadi bergidik.”Bapak…, saya dan istri berniat haji tahun ini. Saya ingin Pak Udin dan istri mau menemani kami. Mau kan Pak?” Gemuruh rasa terjadi di dada Udin. Tidak pernah terbayangkan baginya akan ada seorang hamba Allah yang mengajaknya untuk menunaikan rukun Islam kelima. Udin pun mengiyakan, dan pemuda itu pun pergi meninggalkan Udin.

Udin dan istrinya berangkat haji. Seluruh biaya dan uang jajan keduanya ditanggung oleh si pemuda. Barangkali kalau dihitung lebih dari 60 juta yang dibayarkan olehnya. Udin dan istri lalu berangkat ke Baitullah, menunaikan semua ritual dan berkewajiban dalamibadah haji. Hingga ia dan istri kembali ke tanah air lagi dengan selamat. Sesampainya di tanah air, banyak kerabat, saudara dan tetangga datang bersilaturrahmi. Udin membagikan oleh-oleh berupaair zamzam, kurma dan banyak lagi. Banyak orang senang menerima oleh-oleh tersebut. Merekapun banyak menanyakan pengalaman Udin dan istri selama berhaji.
Kisah Penjuaal Gorengan Naik haji

Udin menjawab semua pertanyaan orang yang datang sebisanya. Hingga saat ada seseorang yang bertanya tentang bagaimana caranya Udin dapat berhaji bersama istri padahal usahanya hanya sekedar menjual gorengan. Rupanya…banyak yang belum tahu dengan cara apa Udin berangkat haji. Dan memang, ia merahasikan hal itu selama ini. Udin pun menjawab seadanya, “Dulu…, saya sedekah pentil singkong kepada seorang anakyatim, eh gak tahunya dengan sedekah itu saya dan istri berangkat haji. Kalo tahu begini, coba dulu saya sedekah singkong beneran sama tuh anak….!” Udin mencoba berkelakar dengan jawabannya, dan hal itu membuat hadirin tertawa terbahak mendengarnya. Dalam hati, Udin bersyukur kepada Allah SWT yang sungguh menepati janji kepada dirinya. SUngguh Allah SWT Maha Kuasa untuk membalas amal seseorang hamba, bahkan hingga 700 kali lipat atau bahkan lebih dari itu.

Source: Lembar Jumat Edisi 10/II Ramadhan 1430 H yang ditulis oleh Ustadz H. Bobby Herwibowo selaku Dewan Syari’ah Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Peluang usaha di Serang Banten Jawa Barat | Tatacara Thawaf

Peluang usaha di Serang Banten Jawa Barat | Tatacara Thawaf
 
 
TAWAF Dalam pengertian umum Ibadah Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dimana tiga putaran pertama dengan lari – lari kecil (jika mungkin), dan selanjutnya berjalan biasa. Tawaf dimulai dan berakhir di Hajar Aswad ( tempat batu hitam ) dengan menjadikan Baitullah disebelah kiri. 

Tawaf Nabi Adam. Ibnu Abbas RA menceritakan bahwa nabi Adam AS pernah melaksanakan Ibadah haji dan bertawaf keliling Ka’bah dengan tujuh kali putaran. Kemudian para malaikat menemuinya dan berkata : “Semoga hajimu mabrur wahai Adam. Sesungguhnya kami telah melaksanakan Ibadah Haji di Baitullah ini sejak 2000 tahun sebelum kamu.”

Adam bertanya : “Pada zaman dahulu, apakah yang kalian baca pada saat tawaf ? ” Mereka menjawab : “Dahulu kami mengucapkan ; Subhanallah wal hamdu lillah wa la illaha illa Allah wallahu akbar” Adam berkata, tambahkanlah dengan ucapan : “Wa la haula wa la quwwata illa billah” Maka selanjutnya para malaikatpun menambahkan ucapan itu.

Tawaf Nabi Ibrahim, setelah menerima perintah membangun kembali ka’bah, nabi Ibrahim AS melaksanakan ibadah haji. kemudian para malaikat menemuinya pada saat tawaf seraya mengucapkan salam kepadanya lalu Ibrahim pun bertanya kepada mereka : “Dahulu, apakah yang kalian baca saat tawaf ? ” Mereka menjawab : “Dahulu sebelum bapakmu Adam kami membaca ; Subhanallah wal hamdu lillah wa la illaha illa Allah wallahu akbar. lalu Adam menyuruhkami menambahkan Wa la haula wa la quwwata illa billah “.
Selanjutnya Ibram berkata : “Tambahkanlah bacaan kalian dengan Al aliyyi al ‘adzim”. Kemudian para malaikat pun melaksanakannya.(lihat Al-Azraqy I/45). Dengan demikian maka do’a tawaf adalah : “Subhanallah wal hamdu lillah wa la illaha illa Allah wallahu akbar. Wa la haula wa la quwwata illa billah Al aliyyi al ‘adzim”

Tawaf Rasulullah,Ibnu Umar RA menceritakan “Dahulu apabila Rasulullah SAW melakukan Tawaf yang pertama ( Tawaf Qudum, atau tawaf selamat datang ), beliau berlari – lari kecil pada tiga putaran pertama dan berjalan biasa pada empat putaran berikutnya.

Beliau melakukan Sa’i ( berlari kecil ) pada Bathnul Masil (perut lembah) diantara bukit Shafa dan Marwah. Suci dari Hadas. Dalam menyelenggarakan tawaf, Jama’ah harus dalam keadaan wudhu, suci dari hadas besar dan kecil serta tidak diperbolehkan bagi wanita yang sedang Haid atau Nifas.

Syarat-syarat dan tata cara pelaksanaan tawaf adalah sebagai berikut :

Berniat akan melakukan tawaf.
Menuju ke garis coklat tanda batas putaran tawaf yang letaknya searah Hajar Aswad. Menghadap ke Ka’bah dan ber-Istilam (mengangkat tangan kanan ke arah hajar Aswad) dan memberi isyarat mengecupnya, sambil mengucapkan Bismillahi Wallahu Akbar.

Memulai putaran pertama sambil membaca do’a. Sampai di Rukun Yamani, mengusap Rukun Yamani ( bila memungkinkan, atau cukup dengan mengangkat isyarat tangan saja ) sambil mengucapkan Bismillahi Wallahu Akbar.

Melewati Rukun Yasmani maka sampai ke Hajar Aswad, garis start coklat, maka selesailah satu putaran. Teruskan dengan putaran berikutnya, sampai selesai putaran ketujuh yang akan berakhir di hajar Aswad. Jika Wudhu batal pada saat melaksanakan tawaf, segera berhenti dan bersucilah kembali dengan air atau bertayamum. setelah itu ulangi putaran saat batalnya wudhu dan lanjutkan sampai selesai. artinya putaran yang dilakukan sebelum wudhu batal adalah sah dan dapat dimasukan hitungan.

Setelah selesai Tawaf lanjutkan dengan ibadah berikutnya. Dan kalau bisa sesuai dengan urutannya.

Berdo’a atau Munajat di Mutlazam.
Shalat sunat dan berdo’a di makam Ibrahim.
Shalat sunat di Hijir Ismail, lanjutkan dengan Do’a.
Minum air Zamzam dan berdo’a.

Jumat, 09 Desember 2011

Biro Travel Umrah Haji Plus di Cibubur di Bogor di Depok Fasilitas Bagus Hotel *4 dan *5 | Macam Thawaf

Biro Travel Umrah Haji Plus di Cibubur di Bogor di Depok Fasilitas Bagus Hotel *4 dan *5 | Macam Thawaf
 
Tawaf terdiri dari 4 ( empat ) macam yaitu Tawaf Ifadah, Tawaf Qudum, Tawaf Wada dan Tawaf sunat.

Tawaf Ifadah

Tawaf ifadah adalah salah satu dari beberapa rukun haji, yang harus dilaksanakan sendiri jika tidakhajinya batal. tawaf ini disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al-Hajj ayat 29 :

“Tsummal yaqdhuu tafatsahum wal yuufuu nudzuurahum wal yaththawwafuu bilbaitil ‘atiiq”
Artinya :
“Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran-kotoran mereka, memotong rambut, mengerat kuku dan memenuhi nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan tawaf di rumah yang tua itu.”

Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah diselesaikan yaitu ; melontar jumrah Aqabah, membayar dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram. Hal ini diterangkan dalam hadis Aisyah :

Artinya : “Aku pernah meminyaki Rasulullah SAW ketika (hendak) ihram, sebelum ia berihram, dan ketika sudah Tahallul sebelum ia melakukan tawaf di Ka’bah.”
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Sesudah Tawaf Ifadah jama’ah langsung dapat melakukan Tahalllul Akbar, serta telah dihalalkan dari segala apa yang diharamkan ketika masih Ihram.

Waktu Pelaksanaan Tawaf Ifadah.

Para ulama sepakat bahwa Tawaf Ifadah adalah merupakan rukub Haji yang harus dilaksanakan oleh setiap orang yang melakukan Ibadah Haji. Berikut ini pendapat para imam tentang waktu Tawaf Ifadah :
HANAFIYAH : Waktu Tawaf Ifadah dimulai dari fajar hari Nahr (10 Zulhizah) sampai akhir bulan sesudah seseorang melakukan wukuf di Arafah.
MALIKIYAH : Waktu Tawaf Ifadah dimulai dari fajar hari Nahr (10 Zulhizah) sampai akhir bulan Zulhijah, sehingga apabila ada jama’ah haji meninggalkan (mengakhiri) dari waktu tersebut maka terkena Dam
SYAFI’IYAH : Waktu Tawaf Ifadah dimulai sejak setelah pertengahan kedua malam hari Nahr (10 Zulhizah) dan berakhir sampai jama’ah haji mengerjakannya (kapan saja) selama hidupnya. sedang waktu afdhal (utama) untuk mengerjakannya ialah pada hari Nasr (10 Zulhijah).

Tawaf Qudum

Disebut juga Tawaf Dukhul, yaitu tawaf pembukaan atau tawaf selamat datang yang dilakukuan pada waktu jama’ah baru tiba di Mekah.

Nabi Muhammad SAW setiap kali masuk Masjidil Haram lebih dulu melakukan tawaf sebagai ganti shalat Tahiyyatul Masjid. Maka tawaf inipun disebut juga Tawaf Masjidil Haram.

Hukum untuk tawaf Qudum adalah Sunat. maka jika tidak melaksanakan tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji ataupun Umrah. Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Tawaf Qudum. Bagi wanita yang melaksanakannya tidak perlu lari-lari kecil cukup berjalan biasa.

Tawaf Qudum ini boleh tidak disambung dengan Sa’i, tetapi bila disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i. Disunatkan menyelendangkan pakaian atas Ihram di bawah ketiak lengan kanan dan ujungnya diatas pundak kiri. kalau mungkin sempatkanlah mengusap dan mengecup Hajar Aswad. atau cukup dengan memberi isyarat dari jauh sambil membaca :

“Allahumma Imaanan Bika Wa Tashdieqan Bikitaabika Wa Wafaaan Bi’ahdika Wattibaa’an Lisunnati nabiyika Sayydinaa Muhammadin Shallalahu Alaihi Wasallam.”
Artinya :
“Ya Allah ku ! aku beriman kepada Mu dan membenarkan kitab Mu, dan memenuhi janji Mu serta mengikuti sunnah nabi Mu, yaitu penghulu kami Muhammad SAW”
ditengah-tengah melakukan tawaf itu jama’ah haji diperkenankan membaca do’a :
“Subhaanallah Wal hamdulillah Walaailaaha Illallah, Wallaahu Akbar Walaa Haula Walaa Quwwata Illaabillah. Allahumma Innie Aamantu Bikitaabikalladzi Anzalta Wa Nabiyya Kalladzi Arsalta Faqhfir lie Maaqaddamtu Wama Akh khartu.”
Artinya :
“Maha suci Allah, Segala puji bagi Allah tidak ada Allah yang patut disembah kecuali Allah, Allah Maha besar, Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Ya Allahku ! Sesungguhnya aku beriman kepada kitab Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi Mu yang telah Engkau utus, Oleh karena itu ampunilah dosa – dosaku yang telah lalu dan yang akan datang.”
Dan ketika sudah sampai di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad supaya membaca :
“Rabbanaa Aatinaa Fiddunyaa Hasanah Wafil Aakhirati Hasanah Waqinaa ‘Azaabannar wa Adkhilnaa Ijannata Ma’al Abrar.”
Artinya :
“Ya Tuhan kami ! berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan lindungilah kami dari siksaan api neraka, dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang baik.”

Tawaf Wada

Wada artinya perpisahan, Tawaf Wada atau tawaf perpisahan adalah salah satu ibadah wajib untuk dilaksanakansebagai pernyataan perpisahan dan penghormatan kepada Baitullah dan Masjidil Haram. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Tawaf Wada disebut juga Tawaf Shadar ( Tawaf Kembali ) karena setelah itu jama’ahakan meninggalkan Mekah untuk ketempat masing-masing. Dalam pelaksanaannya sama dengan tawaf yang lainnya, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua putaran.

Tawaf Wada adalah tugas terakhir dalam pelaksanaan Ibadah Haji dan Ibadah Umrah. Bagi jama’ah yang belum melakukannya belum boleh meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Bila tidak dikerjakan maka wajib membayar Dam, dan bila sudah mengerjakan maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar Masjid, maka hendaklah segera pergi sebab kalau jama’ah masih kembali kemasjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada Ini. Wanita yang sedang Haid dibebaskan dari Tawaf wada dan ia boleh langsung meninggalkan Mekah. Hal ini dijelaskan dalam hadis Ibnu Abbas yang artinya :

“Manusia diperintahkan supaya akhir perjumpaan ( dengan Baitullah ) itu dengan menjalankan Tawaf di Baitullah, akan tetapi hal ini diringankan bagi perempuan-perempuan yang sedang Haid.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tawaf Sunat

Adalah tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Kalau dilakukan saat baru memasuki Masjidil Haram, Tawaf ini berfungsi sebagai pengganti shalat Tahiyatul Masjid. Tawaf sunat inilah yang dimaksud atau disebut Tawaf Tathawwu.
 sumber:

HOTLINE SERVICE: 0818 080 36208 INFO DAN PENDAFTARAN UMRAH HAJI PLUS | Keunggulan perusahaan kami

HOTLINE SERVICE: 0818 080 36208 INFO DAN PENDAFTARAN UMRAH HAJI PLUS | Keunggulan perusahaan kami


Keunggulan

Beberapa keunggulan konsep yang ditawarkan PT. Arminareka Perdana sehingga langsung menyedot perhatian lapisan umat Islam, khusunya di Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Karena visi dan misinya yang jelas, yaitu :
  •  mendorong umat dapat melaksanakan haji dan umroh
  •  meningkatkan taraf hidup jamaah
  •  memberi solusi kepada calon jamaah dalam hal finansial

2. Untuk menjalankan visi dan misinya itu, setiap jamaah akan mendapatkan
  •  pembayaran yang bisa dicicil mulai dari Rp. 3.5 jt
  •  setiap jamaah akan mendapat asuransi dan beberapa fasilitas seperti, mukena,baju koko, kartu anggota dan voucer keberangkatan.
  • peluang hak usaha, di mana setiap jamaah yang berhasil memberi refereni keorang lain akan mendapat komisi sebesar Rp. 1.5 jt dari umroh dan 2.5 jt dari haji

3. Dapat mengikuti event - event yang diselenggarakan oleh PT. Arminareka Perdana dan seluruh mitra di Indonesia

Kelebihan

12 Alasan Kenapa Memilih ARMINAREKA PERDANA sebagai Biro Penyelenggara Perjalanan Umroh dan Haji :

  1. Telah berpengalaman selama 20 tahun (sejak 1990)
  2. Ranking ke-2 Nett Sales Umroh 2009 versi Garuda Indonesia
  3. DP Murah, DP Umroh 3.5 Juta sedangkan Haji Plus 5 Juta
  4. Kekurangan Biaya Keberangkatan bisa diangsur minimal 500 Ribu tanpa Batas waktu atau Anda bisa menabung sendiri dulu jika sudah cukup baru melunasi kekurangannya
  5. Mendapat 2 Asuransi : Asuransi Jiwa dan Asuransi Perjalanan
  6. Dengan setor DP saja sudah dapat Souvenir Menarik ( Baju koko atau Mukena )
  7. Dengan setor DP maka mendapat Voucher Umroh senilai US$350 atau Haji Plus
    senilai US$500. Voucher ini sbg pengurang biaya Keberangkatan, berlaku selamanya tanpa batas waktu dan dapat dipindahtangankan
  8. Sebagai Calon Jamaah otomatis punya Hak Usaha ( boleh dijalankan boleh, setiap mereferensikan Calon Jamaah Umroh Anda mendapat Rp. 1.5 Juta atau untuk referensi Haji Plus Anda mendapat 2.5 Juta
  9. Keanggotaan Seumur Hidup sebagai Agen Biro Umroh/Haji Arminareka Perdana
  10. Fasilitas Hotel Bintang 4 dan 5
  11. Anda yang Menentukan kapan Berangkat Umroh / Haji Plus . Untuk Umroh 1 bulan sebelum keberangkatan biaya harus Lunas ( US$ 1.750 ), sedangkan untuk Haji Plus 6 bulan sebelum keberangkatan biaya harus lunas ( US$ 6.500 )
  12. Dengan Menjalankan Hak Usaha, Anda bisa Umroh / Haji secara GRATIS. Untuk Umroh GRATIS, Anda perlu mengajak 8 Orang untuk jadi Calon Jamaah Umroh, untuk Haji Plus GRATIS Anda, Anda perlu mengajak 22 Orang untuk jadi Calon Jamaah Haji Plus

Kalau Niat Anda sudah kuat untuk Menunaikan Umroh / Haji, SEGERA DAFTARKAN diri Anda dengan mengisi formulir dan setor Tanda Jadi (DP)

sumber: arminagroup

Kamis, 08 Desember 2011

Travel Biro Umrah Haji Plus Pilihan orang Bogor | Amaliyah saat umrah

Travel Biro Umrah Haji Plus Pilihan orang Bogor | Amaliyah saat umrah


Firman Allah :
“ Sempurnakanlah Haji & Umrah untuk Allah” (Qs 2 : 196)
Penyempurnaan amal Haji/Umrah merupakan tuntutan dari Allah SWT sebagaimana perintah-Nya dalam firman-Nya di atas. Pelaksanaan Ibadah Haji atau Umrah yang sempurna adalah : Pelaksanaan amal Haji/Umrah yang mengikuti tata cara Nabi Muhammad SAW. Adapun tata cara Umrah yang telah diteladankan oleh Nabi tersebut terbagi dalam tiga (3) bentuk amal, yaitu Amal Rukun, Amal yang Wajib dan Amal yang Sunnah.

Amal Rukun :
Beberapa amalan Umrah yang menjadi syarat sah atau tidaknya umrah yang dilakukan. Apabila salah satu dari amal Rukun ini ditinggalkan maka Umrah yang dilakukan tidak sah dan tidak dapat diganti dengan denda atau dam, selain mengulangi pelaksanaan umrah kembali. Amal Rukun Umrah ini ada Lima (5) yaitu : Niat Ihram, Thawaf, Sai, Tahalul dan Tertib.

Amal Wajib :
Amalan yang harus dilakukan pada saat melaksanakan ibadah Umrah. Bila tertinggal maka diharuskan menggantinya dengan membayar Dam dan Umrahnya menjadi sempurna setelah Dam tersebut terbayarkan. Sebagaimana Hadist Nabi “Barang siapa meninggalkan suatu ibadah (amalan wajib dalam Haji/Umrah) atau lupa maka dia wajib menyembelih kurban” (H.R Malik)

Adapun amalan yang tergolong Amal wajib Umrah adalah : Niat Ihram dari miqot, memakai pakaian ihram, mematuhi semua larangan ihram.

Amalan Sunnah :
Amalan Umrah yang terpuji apabila dilaksanakan. Amalan ini merupakan pelengkap dan penyempurna bagi pelaksanaan ibadah Umrah; diberi pahala bagi mereka yang mengerjakan tetapi apabila pelaksanaannya tertinggal tidak membatalkan ibadah Umrahnya dan tidak membayar Dam.

Yang termasuk amalan sunnah adalah : mandi ihram (sebelum ihram), memakai wangi-wangian sebelum ihram (bagi laki–laki), melafazdkan niat ihram di miqot sesudah shalat, mengulang bacaan talbiyah, berdo’a saat memasuki kota Mekkah, berdo’a saat masuk Masjidil Haram, berdo’a saat melihat Ka’bah, mencium Hajar Aswad, shalat di Hijir Ismail, minum Air Zam -zam, memperbanyak melaksanakan Thawaf Sunnah.

Untuk mempermudah gambaran pelaksanaan ibadah Umrah berikut ini adalah urutan pelaksanaan amalan Umrah sacara lengkap baik amal rukun, wajib maupun sunnahnya

1. Mandi Ihram (Sunnah)
2. Memakai wangii - wangian (Sunnah)
3. Memakai pakaian ihram (Wajib)
4. Berada atau melewati Miqot (Wajib), tempat – tempat Miqot itu adalah : Al Juhfa, Dzatu Irqin, Dzul Hulaifah (Bir Ali’), Yalamlam, Qarnul Manazil. (Jamaah Umrah yang datang dari arah Medinah Miqotnya di Bir Ali)
5. Niat ihram (Rukun). Saat berada atau melewati miqot.  Adapun lafadz niatnya adalah : Labbaikallahumma umratan.
6.  Mengulang bacaan Talbiyah (Sunnah)
7.  Mematuhi larangan selama ihram (Wajib), yaitu :

    (1). Tidak berkata cabul, kefasikan atau berdebat
    (2). Tidak mencabut atau menggunting bulu atau rambut di badan
    (3). Tidak memotong kuku, mencabut tanaman, berburu binatang
    (4). Tidak memakai wangi – wangian (termasuk sabun/bedak berfarfum)
    (5). Tidak memakai sepatu dan menutup kepala bagi laki-laki
    (6). Tidak memakai kaos tangan bagi wanita
    (7). Tidak boleh bermesraan suami istri
    (8). Tidak boleh meminang, dipinang, menikahkan dan dinikahkan

8.  Berdoa saat memasuki kota Suci Mekkah (Sunnah)
9.  Bordoa saat memasuki Masjidil Haram (Sunnah)
10. Berdoa saat melihat Ka’bah (sunnah)
11. Thawaf (Rukun), adapun amalan thawaf adalah :

    Memulai dengan niat thawaf umrah, diawali  dari Sudut Hajar Aswad dengan mengangkat tangan kanan, menghadap Hajar Aswad mengucapkan Bismillahi Allahu Akbar  sambil mengecup tangan.
    Memutari Ka’bah 7 putaran dengan senantiasa berzikir, berdoa dan setiap melewati Rukun Yamani di sunnahkan mengangkat tangan tanpa dikecup. Selama Thawaf disyaratkan dalam keadaan berwudlu.
    Saat melewati antara sudut Rukun Yamani dan sudut Hajar Aswad di sunnahkan membaca doa Robbana atina fiddun ya hasanah, dst.

    Mengerjakan sholat 2 rakaat di belakang Maqom Ibrahim dengan membaca surat Al-Kafirun di rakaat I dan surat Al-Ikhlas di rakaat II.
    Menunaikan Do’a di Multazam.

12. Minum Air Zam-zam (Sunnah)
13. Sai (Rukun), pelaksanaanya adalah :

    Niat Sai Umrah.
Memulai dengan mendaki bukit Shafa dan selanjutnya berjalan menuju bukit Marwa dan seterusnya pulang–balik tujuh kali dengan senantiasa berdoa dan berdzikir.
    Dianjurkan bagi laki-laki untuk berlari-lari kecil saat melewati batas hijau baik pada jalur Shafa – Marwa maupun  jalur Marwa – Shafa.
    Bersai tidak disyaratkan mempunyai wudlu.

14. Bertahallul (Rukun), yaitu menggunting rambut kepala sebagai tanda selesainya ibadah umrah dan lepasnya dari ihram.
Amalan lain yang dianjurkan untuk dikerjakan :

Selama di Medinah :
1. Sholat berjamaah di Masjid Nabi.
2. Banyak melakukan Sholat Sunnah (Tahajjud, Dhuha, Rawatib dll).
3. Berziarah ke Makam Rasulullah SAW.
4. Berziarah ke Makam Abu Bakar Siddiq, Umar Ibnul Khatab dan  Baqi’
5. Masuk ke Raudhah dan beri’tikaf atau sholat atau berdoa di dalamnya.
6. Mengikuti Sholat Jenazah

Selama di Mekkah :
1. Sholat Jamaah di Masjidil Haram.
2. Thawaf Sunnah.
3. Banyak melakukan Sholat Sunnah (Tahajud, Dhuha dan Rawatib)
4. Memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir dan berdoa .
5. Mengikuti Sholat Jenazah.

 Sumber : Thayiba Tora.Co.Id